Breaking News

Bagaimana Memulai Usaha Dropship Dengan Halal?

Halo sobat, bergeraknya industri sekarang ke industri yang serba IT menjadikan kebanyakan orang ingin instant hasilnya tanpa memikirkan proses yang berbelit. Sekilas menarik konsep ini, sehingga banyak orang yang tepenting bisa cari uang dengan usaha meskipun tidak memiliki barang. Hal ini pada umumnya kita namakan dengan sistem dropship. Tapi tahukah kita ternyata sistem dropship itu memiliki pro dan kontra mengenai keharamannya dan harus disikapi sehati-hati mungkin agar tidak terjerumus ke yang haram.


Berikut Celah-Celah Yang Bisa Menjadikan Dropship Itu Haram

1. Jangan Ubah Tampilan Produk Bila Belum Mendapatkan Izin

Sebagian orang Sob mungkin merasa kalau di foto produknya ada watermark suppliernya lalu ia dagangkan dan kebetulan disaat yang sama di marketplace tersebut ada lapak suppliernya maka watermark pada foto produk itu dihapus. Selain itu juga untuk mencegah terlihat bahwa lapaknya merupakan dropshipper, foto produknya di edit (bisa produknya yang diedit, ataupun backgroundnya)

Jelas hal ini merupakan kesalahan yang fatal, karena sebagai dropshipper mutlak kita mendagangkan barang supplier sepaket dengan seluruh kondisinya, cara menyikapinya adalah buat kesepakatan bahwa dropshipper boleh mengedit foto produknya.

2. Mengaku Pemilik Barang Padahal Hanya Dropshipper

Anggaplah kita, seharusnya jika memang dropshipper, cantumkanlah bahwa ini adalah lapak dropship. Masalahnya kembali sederhana, ketimbang beli di suplier. Mau meminta izin pun kepada supplier bahwa kita adalah pemilik barang pun akan memiliki masalah berikutnya, yakni sudah pasti produknya harus dikirim ke kita dan barulah kita berikan ke penjual

3. Pembeli Membayar Ke Rekening Dropshipper Setlelah Itu Dropshipper Membayar Ke Rekening Supplier

Jika pembeli membeli barang ke dropshipper lalu pembeli transfer uang ke dropshipper baru dropshipper membeli ke supplier jelas ini adalah gharar dan haram, sebab pembeli membeli barang yang tidak ada wujud fisiknya ke dropshiper, dan dropshipper menjual barang yang tidak ada wujud fisiknya. Wujud fisiknya hanya akan muncul ketika uang dari pembeli sudah diterima oleh dropshipper dan ditransfer ke supplier. Yang mengirim barangpun bukan dropshipper.

Itulah postingan kali  ini, info lebih legkap mengenai transaksi syariah dan ilmu agama islam lainnya
bisa lihat di kajiandakwahislam.net

Tidak ada komentar