Produk yang Laris Dijual di Tokopedia

Ketahui Hukumnya Dulu Sebelum Berkurban

Hari raya idul fitri dan hari raya Idul Adha adalah dua hari raya besar dalam islam yang sudah tentu menjadi momen yang sangat ditunggu-tunggu oleh berbagai kalangan. Bahkan, kebanyakan dari seluruh kalangan yang tinggal di kota-kota besar rela mengeluarkan ongkos yang tidak terhitung sedikit untuk kembali ke kampung halaman untuk bisa menunaikan kedua hari raya tersebut. Momen kebersamaan juga terlihat ketika Idul Adha yang biasanya terkenal dengan sebutan hari raya kurban. Banyak sekali kegiatan yang dilaksanakan untuk memperingati hari raya ini, salah satunya membuat aneka macam makanan. Nah, mungkin Anda masih bertanya-tanya sebenarnya apakah hukum kurban tersebut? Pada kesempatan kali ini secara khusus kami akan membahas mengenai hukum qurban dalam islam. Berikut sedikit penjelasan dari kami mengenai hukum kurban.



Qurban adalah salah satu kewajiban bagi kaum muslimin yang mampu untuk membayar kurban. Rasulullah SAW melalui hadist nya juga secara terang menjelaskan hukum qurban bagi yang berkelapangan harta.  Bahkan dalam HR. Ibnu Majah dan Hakim, secara tegas menjelaskan bahwa orang islam yang mampu berkurban tetapi tidak kurban maka tidak diperkenankan menuju masjid atau tempat sholat kaum muslim. Pendapat mengenai kewajiban tersebut lebih tegas disampaikan daripada perintah yang menjelaskan mengenai hukum kurban yang sunah mu’akad atau ditekankan. 

Pendapat mayoritas ternyata muncul dari beberapa ulama besar meliputi Imam Malik, Imam Syafi’I, Imam Ahmad, Abu Yusuf, Ishak bin Rahawaih, Ibnul Mundzir, Ibnu Hazm dan beberapa ulama lainnya yang mengacu kepada sabda nabi Muhammad SAW yang diruwayatkan oleh HR. Tarmidzi menjelaskan mengenai perintah dari Allah untuk menyembelih kurban dan kurban bagi umat islam adalah sunah. Riwayat dari Abu Mas’ud Al Anshari juga memperkuat dalil ini dengan mengatakan bahwa dirinya tidak berkurban meski pun dalam kondisi lapangan harta. Hal tersebut beliau lakukan karena perasaan takut jikalau tetangga mengira bahwa kurban adalah wajib baginya. Abu Sarinah turut memperjelas hukum qurban ini yaitu dengan mengatakan bahwa dirinya melihat Abu Bakar dan Umar sedangkan mereka berdua tidak berkurban.

Selain itu Ibnu Hazm mengatakan pula bahwa ternyata tidak ada riwayat yang shahih mengenai kelompok yang menyanggah tentang hujah yang sudah dikemukakan oleh kelompok yang menggunakan hadis nabi sebagai dalilnya. Suatu celaan yang muncul untuk tidak datang ke tempat ibadah jika kemampuan hartanya tidak membuat seseorang tersebut berkurban. Celaan tersebut mengumpamakan bahwa seseorang yang tidak berkurban bahwa orang tersebut mampu, anggap mampu untuk mendekati sholat Idul Adha. Nah, bagi Anda yang bisa belum tercerahkan mengenai hukum qurban bisa langsung saja mendatangi masjid terdekat Anda yang bisa secara langsung mencerahkan Anda.

Komentar